Instalasi

Instalasi #

Sebelum kamu bisa menulis satu baris pun kode Kotlin, kamu perlu menyiapkan lingkungan pengembangan yang tepat. Pilihan tools yang kamu gunakan akan mempengaruhi produktivitas harian — dari seberapa cepat kamu bisa debug, sampai seberapa mudah kamu mengakses dokumentasi dan auto-complete. Artikel ini membahas empat cara instalasi Kotlin: lewat IntelliJ IDEA sebagai jalur utama yang direkomendasikan, via command line untuk yang lebih suka kontrol penuh, melalui plugin VS Code untuk yang sudah terlanjur nyaman dengan editor itu, dan Kotlin Playground untuk eksperimen cepat tanpa setup apapun.

Memilih Jalur Instalasi yang Tepat #

Tidak semua developer perlu setup yang sama. Sebelum mulai menginstal, tentukan dulu jalur mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

PILIH IntelliJ IDEA jika:
  ✓ Kamu developer fulltime yang akan bekerja dengan Kotlin setiap hari
  ✓ Kamu membangun aplikasi Android atau backend dengan Kotlin
  ✓ Kamu ingin fitur lengkap: refactoring, debugger visual, profiler
  ✓ Kamu baru belajar Kotlin dan ingin feedback langsung dari IDE

PILIH Command Line jika:
  ✓ Kamu di lingkungan server/CI tanpa GUI
  ✓ Kamu ingin mengintegrasikan Kotlin ke dalam script build kustom
  ✓ Kamu sudah punya editor favorit (Vim, Emacs) dan hanya butuh compiler
  ✓ Kamu developer yang ingin paham cara kerja compiler secara langsung

PILIH VS Code jika:
  ✓ Kamu sudah investasi banyak konfigurasi di VS Code dan tidak mau pindah
  ✓ Kamu menggunakan Kotlin sebagai salah satu dari banyak bahasa
  ✓ Kamu developer frontend yang sesekali menyentuh Kotlin

PILIH Kotlin Playground jika:
  ✗ Jangan jadikan ini setup utama untuk proyek nyata
  ✓ Kamu hanya ingin mencoba sintaks cepat tanpa commit apapun
  ✓ Kamu sedang mengikuti tutorial dan ingin coba kode contoh

Instalasi via IntelliJ IDEA #

IntelliJ IDEA adalah IDE yang dikembangkan langsung oleh JetBrains — perusahaan yang juga menciptakan Kotlin. Konsekuensinya, dukungan Kotlin di IntelliJ IDEA bukan sekadar plugin tambahan, melainkan fitur kelas satu yang terus diperbarui bersama evolusi bahasa itu sendiri. Auto-complete, inspeksi kode, quick-fix, debugger, dan integrasi build tools semuanya bekerja tanpa konfigurasi tambahan.

Langkah 1 — Unduh IntelliJ IDEA #

Kunjungi jetbrains.com/idea dan pilih edisi yang sesuai:

EdisiHargaCocok untuk
Community EditionGratisBelajar Kotlin, proyek JVM, Android
Ultimate EditionBerbayar (ada trial)Web, database, Spring, framework enterprise

Untuk belajar Kotlin dan mayoritas proyek backend, Community Edition sudah lebih dari cukup. Download file installer sesuai sistem operasimu.

Langkah 2 — Instal IntelliJ IDEA #

Windows: Jalankan file .exe yang sudah diunduh. Ikuti wizard instalasi. Centang opsi “Add launchers dir to the PATH” agar kamu bisa membuka IDEA dari terminal.

macOS: Buka file .dmg, drag IntelliJ IDEA ke folder Applications. Saat pertama kali dibuka, macOS mungkin meminta konfirmasi karena aplikasi diunduh dari internet — pilih Open.

Linux: Ekstrak arsip .tar.gz ke direktori pilihan, lalu jalankan skrip idea.sh dari dalam folder bin/:

tar -xzf ideaIC-*.tar.gz -C /opt/
cd /opt/idea-IC-*/bin/
./idea.sh
Untuk Linux, kamu bisa membuat desktop entry agar IntelliJ IDEA muncul di application launcher. Buka IDEA, pergi ke Tools → Create Desktop Entry.

Langkah 3 — Buat Proyek Kotlin Pertama #

Setelah IntelliJ IDEA terbuka:

  1. Klik New Project di welcome screen.
  2. Pilih Kotlin dari daftar bahasa di sidebar kiri.
  3. Tentukan jenis target:
Target tersedia:
  • JVM            → aplikasi desktop, backend, library
  • JavaScript     → frontend atau full-stack dengan Kotlin/JS
  • Multiplatform  → satu codebase untuk JVM, JS, dan Native
  1. Pilih build system: Gradle (direkomendasikan) atau Maven.
  2. Beri nama proyek dan tentukan lokasi direktori.
  3. Klik Create.

IntelliJ IDEA akan membuat struktur proyek lengkap secara otomatis — termasuk file build.gradle.kts (atau pom.xml untuk Maven), direktori src/main/kotlin, dan konfigurasi Kotlin.

Langkah 4 — Tulis dan Jalankan Kode #

Buat file baru di dalam src/main/kotlin/ dengan klik kanan → New → Kotlin File/Class. Tulis kode pertamamu:

fun main() {
    println("Hello, Kotlin!")
    
    val nama = "Developer"
    val pesan = "Selamat datang, $nama!"
    println(pesan)
}

Klik tombol ▶ hijau di sebelah fungsi main, atau tekan Shift+F10 (Windows/Linux) / Ctrl+R (macOS). Output akan muncul di panel Run di bagian bawah IDE:

Hello, Kotlin!
Selamat datang, Developer!
IntelliJ IDEA menyertakan Kotlin compiler secara bundled — kamu tidak perlu menginstal Kotlin secara terpisah jika menggunakan IntelliJ IDEA.

Instalasi via Command Line #

Jika kamu bekerja di server, CI/CD pipeline, atau lebih suka workflow berbasis terminal, kamu bisa menginstal Kotlin Compiler secara langsung tanpa IDE. Ada dua pendekatan: menggunakan SDKMAN! (untuk UNIX-based system) atau Homebrew (khusus macOS).

Menggunakan SDKMAN! (Linux & macOS) #

SDKMAN! adalah version manager untuk berbagai SDK — mirip seperti nvm untuk Node.js atau pyenv untuk Python. Ini adalah cara yang direkomendasikan karena kamu bisa dengan mudah beralih antar versi Kotlin.

Instal SDKMAN!:

curl -s "https://get.sdkman.io" | bash
source "$HOME/.sdkman/bin/sdkman-init.sh"

Tutup dan buka kembali terminal, lalu verifikasi SDKMAN! sudah aktif:

sdk version
# Output: SDKMAN x.y.z

Instal Kotlin:

sdk install kotlin

SDKMAN! akan mengunduh versi stabil terbaru secara otomatis. Untuk menginstal versi tertentu:

sdk list kotlin          # lihat semua versi yang tersedia
sdk install kotlin 2.0.0 # instal versi spesifik
sdk use kotlin 2.0.0     # gunakan versi tertentu di session ini
sdk default kotlin 2.0.0 # set sebagai default permanen

Menggunakan Homebrew (macOS) #

brew update
brew install kotlin

Menggunakan Scoop (Windows) #

scoop install kotlin

Verifikasi Instalasi #

Setelah instalasi selesai, pastikan semuanya berjalan dengan benar:

kotlin -version
# Output: Kotlin version 2.x.x-release-xxx (JRE x.x.x)

kotlinc -version
# Output: kotlinc-jvm x.x.x (JRE x.x.x)

Kamu akan melihat dua binary terinstal:

BinaryFungsi
kotlinMenjalankan file .jar yang sudah dikompilasi, atau REPL interaktif
kotlincCompiler — mengubah file .kt menjadi bytecode JVM

Alur Kerja di Command Line #

Buat file hello.kt:

fun main() {
    println("Hello dari command line!")
    
    val args = arrayOf("satu", "dua", "tiga")
    args.forEachIndexed { index, nilai ->
        println("Argumen $index: $nilai")
    }
}

Kompilasi ke JAR:

kotlinc hello.kt -include-runtime -d hello.jar

Penjelasan flag:

  • -include-runtime — menyertakan Kotlin runtime ke dalam JAR, sehingga JAR bisa dijalankan langsung tanpa Kotlin terinstal di target machine
  • -d hello.jar — nama file output

Jalankan JAR:

java -jar hello.jar

Output:

Hello dari command line!
Argumen 0: satu
Argumen 1: dua
Argumen 2: tiga

Alternatif: jalankan langsung tanpa JAR (untuk scripting):

kotlin hello.kt
Menjalankan Kotlin langsung dengan kotlin hello.kt lebih lambat karena setiap eksekusi melakukan kompilasi ulang dari awal. Untuk produksi atau skrip yang sering dijalankan, selalu kompilasi ke JAR terlebih dahulu.

Menggunakan Kotlin REPL #

Kotlin menyediakan REPL (Read-Eval-Print Loop) — mode interaktif di mana kamu bisa mengetik kode dan langsung mendapat hasilnya, baris per baris. Ini berguna untuk eksperimen cepat atau cek syntax.

kotlinc

Setelah masuk ke REPL:

Welcome to Kotlin version x.x.x (JRE x.x.x)
Type :help for help, :quit for quit
>>> 
>>> val x = 10
>>> val y = 20
>>> println(x + y)
30
>>> "Kotlin".uppercase()
res2: kotlin.String = KOTLIN
>>> :quit

Instalasi via Plugin VS Code #

VS Code bukan IDE pilihan utama untuk Kotlin — fiturnya jauh di bawah IntelliJ IDEA dalam hal dukungan bahasa. Namun jika kamu sudah berinvestasi banyak konfigurasi di VS Code dan menggunakan Kotlin hanya sebagian dari pekerjaanmu, setup ini bisa jadi kompromi yang masuk akal.

Prasyarat #

Plugin Kotlin untuk VS Code bergantung pada Kotlin Language Server yang membutuhkan Kotlin Compiler terinstal di sistem. Pastikan kamu sudah menyelesaikan instalasi command line di bagian sebelumnya.

Verifikasi:

which kotlinc
# /home/user/.sdkman/candidates/kotlin/current/bin/kotlinc

Instal Plugin #

  1. Buka VS Code.
  2. Buka panel Extensions: Ctrl+Shift+X (Windows/Linux) atau Cmd+Shift+X (macOS).
  3. Cari “Kotlin” dan instal plugin dari JetBrains.
  4. Restart VS Code setelah instalasi.

Konfigurasi #

Jika compiler tidak terdeteksi otomatis, tambahkan path ke settings.json:

{
    "kotlin.compiler.jvm.target": "17",
    "kotlin.languageServer.enabled": true
}

Keterbatasan VS Code untuk Kotlin #

Sebelum kamu memilih jalur ini, pahami dulu apa yang tidak bisa VS Code lakukan untuk Kotlin:

TERSEDIA di VS Code:
  ✓ Syntax highlighting
  ✓ Basic auto-complete
  ✓ Error inline (sebagian)
  ✓ Go to definition

TIDAK TERSEDIA di VS Code:
  ✗ Debugger visual terintegrasi
  ✗ Refactoring otomatis (rename, extract method, dll)
  ✗ Inspeksi kode dan quick-fix canggih
  ✗ Integrasi Gradle/Maven yang mulus
  ✗ Android development

Kotlin Playground — Tanpa Instalasi #

Kotlin Playground adalah editor berbasis browser yang memungkinkan kamu menulis dan menjalankan kode Kotlin langsung tanpa menginstal apapun. Ini bukan solusi untuk pengembangan proyek nyata, tapi sangat berguna untuk eksplorasi dan belajar.

Buka play.kotlinlang.org di browser.

Tampilan editornya menyerupai IDE sederhana: area kode di kiri, output di kanan, dan tombol Run untuk menjalankan kode.

// Coba langsung di Kotlin Playground
fun main() {
    val daftarBuah = listOf("Mangga", "Apel", "Jeruk", "Durian")
    
    println("Daftar buah favorit:")
    daftarBuah.forEachIndexed { index, buah ->
        println("${index + 1}. $buah")
    }
    
    val buahPanjang = daftarBuah.filter { it.length > 5 }
    println("\nBuah dengan nama > 5 karakter: $buahPanjang")
}

Klik Run dan output langsung muncul tanpa setup apapun.

Playground juga mendukung beberapa file dalam satu sesi, berguna untuk mencoba konsep seperti kelas dan interface:

// File: Animal.kt
abstract class Animal(val nama: String) {
    abstract fun bersuara(): String
    
    fun perkenalkan() {
        println("Halo, saya $nama dan saya bersuara: ${bersuara()}")
    }
}

// File: Main.kt
class Kucing(nama: String) : Animal(nama) {
    override fun bersuara() = "Meow!"
}

class Anjing(nama: String) : Animal(nama) {
    override fun bersuara() = "Woof!"
}

fun main() {
    val hewan = listOf(Kucing("Mimi"), Anjing("Rex"), Kucing("Cleo"))
    hewan.forEach { it.perkenalkan() }
}

Memahami Alur Kerja Kotlin #

Setelah lingkungan terpasang, penting untuk memahami bagaimana kode Kotlin berjalan di belakang layar. Kotlin bukan bahasa yang dieksekusi langsung — ia dikompilasi terlebih dahulu.

flowchart TD
    A[File .kt\nKode Sumber Kotlin] --> B[kotlinc\nKotlin Compiler]
    B --> C{Target Platform?}
    C -- JVM --> D[Bytecode JVM\n.class / .jar]
    C -- JavaScript --> E[JavaScript\n.js]
    C -- Native --> F[Binary Native\n.exe / .kexe]
    D --> G[Java Virtual Machine\nJVM]
    G --> H[Eksekusi Program]
    E --> I[Browser / Node.js]
    F --> J[Eksekusi Langsung\nTanpa JVM]

Untuk sebagian besar developer Kotlin — terutama yang membuat aplikasi backend atau Android — targetnya adalah JVM. Ini berarti kode Kotlin dikompilasi ke bytecode yang sama dengan bytecode Java, dan berjalan di atas JVM yang sama.

Konsekuensi pentingnya: Kotlin dan Java 100% interoperable. Kamu bisa memanggil library Java dari kode Kotlin, dan sebaliknya.

Kotlin dan JVM #

Karena Kotlin menarget JVM, kamu perlu memastikan Java Development Kit (JDK) terinstal di sistemmu. IntelliJ IDEA biasanya sudah menyertakan JDK bundled, tapi untuk command line kamu mungkin perlu menginstalnya sendiri.

# Cek apakah JDK sudah terinstal
java -version
# Output: openjdk version "17.0.x" ...

javac -version
# Output: javac 17.0.x

Jika belum terinstal, gunakan SDKMAN! untuk menginstal JDK juga:

sdk install java 17.0.9-tem

Kotlin mendukung JVM target dari versi 8 ke atas, tapi direkomendasikan menggunakan minimal JDK 11 atau 17 (versi LTS).


Verifikasi Lingkungan Lengkap #

Setelah semua komponen terinstal, lakukan verifikasi menyeluruh dengan membuat proyek sederhana dan menjalankannya dari awal hingga akhir.

Struktur proyek minimal:

proyek-pertama/
  ├── src/
  │   └── main/
  │       └── kotlin/
  │           └── Main.kt
  └── build.gradle.kts

File build.gradle.kts:

plugins {
    kotlin("jvm") version "2.0.0"
    application
}

repositories {
    mavenCentral()
}

application {
    mainClass.set("MainKt")
}

File Main.kt:

data class Mahasiswa(
    val nama: String,
    val nim: String,
    val ipk: Double
)

fun main() {
    val daftarMahasiswa = listOf(
        Mahasiswa("Budi Santoso", "2021001", 3.85),
        Mahasiswa("Sari Dewi", "2021002", 3.92),
        Mahasiswa("Ahmad Fauzi", "2021003", 3.71)
    )
    
    println("=== Daftar Mahasiswa Berprestasi ===")
    
    val mahasiswaBerprestasi = daftarMahasiswa
        .filter { it.ipk >= 3.75 }
        .sortedByDescending { it.ipk }
    
    mahasiswaBerprestasi.forEachIndexed { index, mhs ->
        println("${index + 1}. ${mhs.nama} (${mhs.nim}) — IPK: ${mhs.ipk}")
    }
    
    val rataRata = daftarMahasiswa.map { it.ipk }.average()
    println("\nRata-rata IPK: %.2f".format(rataRata))
}

Jalankan dengan Gradle:

./gradlew run

Output yang diharapkan:

=== Daftar Mahasiswa Berprestasi ===
1. Sari Dewi (2021002) — IPK: 3.92
2. Budi Santoso (2021001) — IPK: 3.85

Rata-rata IPK: 3.83

Jika output ini muncul, lingkungan Kotlin-mu sudah siap sepenuhnya.


Troubleshooting Masalah Umum #

Beberapa masalah sering muncul saat pertama kali setup. Kenali gejalanya dan solusinya.

kotlinc: command not found #

Terjadi ketika PATH belum dikonfigurasi dengan benar setelah instalasi.

# ANTI-PATTERN: langsung panik dan instal ulang
# BENAR: cek PATH terlebih dahulu

echo $PATH
# Pastikan ada path ke direktori bin SDKMAN atau Kotlin

# Jika menggunakan SDKMAN!, muat ulang konfigurasi:
source "$HOME/.sdkman/bin/sdkman-init.sh"

# Verifikasi lokasi binary:
which kotlinc

Error JAVA_HOME tidak ditemukan #

# Cek apakah JAVA_HOME sudah di-set:
echo $JAVA_HOME

# Jika kosong, set manual (sesuaikan path dengan instalasimu):
export JAVA_HOME=$(sdk home java current)  # jika pakai SDKMAN!
export PATH="$JAVA_HOME/bin:$PATH"

# Tambahkan ke ~/.bashrc atau ~/.zshrc agar permanen
echo 'export JAVA_HOME=$(sdk home java current)' >> ~/.bashrc

IntelliJ IDEA Tidak Mengenali Kotlin #

Jika proyek Kotlin tidak ter-highlight dengan benar di IntelliJ IDEA:

1. File → Invalidate Caches → Invalidate and Restart
2. Setelah restart: klik kanan folder src/main/kotlin
   → Mark Directory As → Sources Root
3. Cek: File → Project Structure → Modules
   → pastikan ada Kotlin Facet

Gradle Build Gagal dengan Error Kotlin Version #

// ANTI-PATTERN: versi Kotlin tidak konsisten antar file build
// build.gradle.kts (root)
plugins {
    kotlin("jvm") version "1.9.0"
}

// submodule/build.gradle.kts — versi berbeda!
plugins {
    kotlin("jvm") version "2.0.0" // ✗ konflik!
}

// BENAR: gunakan version catalog atau definisikan di root saja
// gradle/libs.versions.toml
[versions]
kotlin = "2.0.0"

[plugins]
kotlin-jvm = { id = "org.jetbrains.kotlin.jvm", version.ref = "kotlin" }

Ringkasan #

  • IntelliJ IDEA adalah pilihan utama — bundled Kotlin support tanpa konfigurasi tambahan, fitur lengkap untuk pengembangan profesional, dan terintegrasi langsung dengan JetBrains toolchain.
  • SDKMAN! untuk manajemen Kotlin di command line — memungkinkan instalasi multi-versi dan switching antar versi dengan mudah, idealnya dipadukan dengan JDK yang juga dikelola SDKMAN!.
  • Kotlin dikompilasi ke bytecode JVM — artinya interoperable penuh dengan Java, berjalan di atas JVM yang sama, dan semua library Java ecosystem bisa digunakan langsung.
  • JDK adalah prasyarat — pastikan JDK 11 atau 17 terinstal sebelum menginstal Kotlin, karena compiler Kotlin sendiri berjalan di atas JVM.
  • Kotlin Playground untuk eksperimen — gunakan play.kotlinlang.org untuk mencoba kode cepat tanpa perlu setup apapun, bukan untuk proyek nyata.
  • VS Code bisa digunakan tapi terbatas — fitur debugging dan refactoring tidak sebaik IntelliJ IDEA; pertimbangkan ini hanya jika sudah terlanjur investasi konfigurasi di VS Code.
  • Verifikasi dengan proyek nyata — jangan hanya verifikasi versi dengan kotlin -version, tapi coba kompilasi dan jalankan program yang menggunakan fitur dasar Kotlin untuk memastikan seluruh toolchain berfungsi.

← Sebelumnya: Pengenalan   Berikutnya: Sintaks Utama →

About | Author | Content Scope | Editorial Policy | Privacy Policy | Disclaimer | Contact